Senin, 27 Januari 2014

ANEMIA

Bedasarkan penyebabnya, anemia dapat dibedakan menjadi :
           Berkurangnya produksi sel darah merah, bisa terjadi karena kurangnya bahan-bahan gizi yang masuk (zat besi, protein, tembaga, asam folat, vitamin B6, B2, C)  atau bisa juga karena kelainan pada sumsum tulang tempat produksi sel darah merah. Anemia aplastik, bisa juga karena pengaruh obat–obatan yang menekan produksi sel darah merah. 

DERMATITIS

Dermatitis adalah suatu reaksi pada kulit berupa peradangan, biasanya kambuh berulang-ulang. Hal ini bisa disebabkan oleh kontak dengan bahan-bahan penyebab timbulnya penyakit ini, baik yang tertelan (termakan) maupun yang dioleskan pada kulit. Dermatitis dapat dihubungkan dengan kecenderungan alergi yang menurun dan bisa diperburuk karena stress (tekanan), emosi dan keletihan.

GONDONG (MUMPS)

Infeksi akut dan menular yang disebabkan oleh virus.
Gejalanya yang khas : pembengkakan kelenjar ludah/parotis. Tampak membengkak pada bagian bawah rahang kanan / kiri dan bagian depan telinga kanan / kiri. Sering disebut dengan istilah “gondongen”.
Penyakit ini menular sekali dengan percikan air ludah,kontak langsung bahan muntahan dan juga lewat urine. Masa inkubasi : 14 – 21 hari
Awal penyakit ditandai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri tenggorokan, malas, kadang timbul pembengkakan seperti diatas. Dapat salah satu sisi yang kadang dapat kedua-duanya ikut membengkak. Bisa diikuti sulit buka mulut.

Minggu, 26 Januari 2014

WASIR/ AMBEIEN

Wasir, atau sering disebut ambeien adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphincter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan. Dalam beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban, atau olahraga pernapasan, terlalu banyak duduk atau berdiri, faktor genetika (keturunan), mengejan terlalu keras saat buang air besar (biasanya akibat konstipasi) dan dapat terjadi juga terhadap wanita hamil. Tetapi umumnya, penyebabnya adalah karena mengejan terlalu keras saat buang air besar dan terlalu banyak duduk atau berdiri, juga lebih rawan terjadi pada wanita daripada pria. Itu disebabkan karena wanita lebih sering mengalami pelebaran pembuluh balik atau pembuluh vena (misalnya saat menstruasi atau hamil) dibandingkan pria.

HEPATITIS/ RADANG HATI

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang disebabkan oleh infeksi atau bahan-bahan yang beracun. Dimulai dengan gejala-gejala seperti flu misalnya demam, lemas, mengantuk, perut terasa kurang enak dan sakit kepala, mungkin disertai dengan penyakit kuning. Segera perasaan letih dan kehilangan nafsu makan yang mencolok terjadi. Hati tidak dapat mengeluarkan racun, sehingga menyebabkan tertimbunnya racun dalam jaringan hati; dan hati tidak dapat menyimpan serta memproses bahan-bahan gizi tertentu yang penting untuk tubuh. Secara garis besar, hepatitis yang disebabkan oleh virus dapat dibedakan menjadi HEPATITIS A, HEPATITIS B, dan HEPATITIS non A, non B.

HERPES ZOSTER

Infeksi kulit yang mendadak dan mempunyai sifat yang khas yaitu: vesikel (kulit yang kemerahan kemudian melepuh seperti tersulut rokok yang berkelompok, selanjutnya dapat mengering/ pecah) juga dapat berisi darah.
Penyebabnya : virus segolongan dengan penyebab cacar air. Dapat menyerang di percabangan-percabangan syaraf. Dapat di mata, telinga, bagian kaki, dada/ pinggang.

HIGH CHOLESTEROL LEVEL (KADAR KOLESTEROL TINGGI)

Kolesterol adalah bahan berlemak yang dihasilkan oleh liver/hati. Ditemukan hanya pada lemak hewani, tidak terdapat pada lemak nabati. Kolesterol dibutuhkan untuk menghasilkan hormon seks dan adrenalin, membentuk dinding sel pada hewan,vitamin D, dan garam empedu. Kolesterol dihasilkan dari makanan yang mengandung lemak jenuh dan karbohidrat. Juga ,semua sel dalam tubuh dapat menghasilkan kolesterol tetapi liver dan usus adalah penghasil utama. Jaringan-jaringan lemak ini (kurang lebih 1-2 gr setiap hari), dapat mengumpul pada arteri bahkan pada diri seseorang yang tidak mengkonsumsi kolesterol.